Loreng di Tanah Malind: Ketika Sawah Menjadi Medan Kuasa

Laporan Nekropolitik Negara: Militerisasi Produksi Pangan di Tanah Malind Anim karya Laksmi A. Savitri membuka lembaran kelam proyek swasembada pangan di Merauke. Di balik jargon “memberi makan bangsa”, tanah adat Malind diambil alih, hutan digunduli, dan kampung-kampung dipaksa tunduk di bawah bayang-bayang loreng. Pangan yang seharusnya menumbuhkan kehidupan justru lahir dari ancaman kematian, luka lama kolonialisme, dan trauma operasi militer yang tak kunjung pulih.
Laporan ini menyingkap bagaimana kekuatan militer, lewat program Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Lumbung Pangan Nasional, tak hanya menguasai tanah, tetapi juga mengatur napas masyarakat adat: siapa yang boleh bekerja, siapa yang harus menyerahkan tanah, dan siapa yang harus diam. Padi yang digadang sebagai simbol kemajuan, hadir sebagai penanda kekerasan yang membelah manusia dari alamnya sendiri.
Melalui riset etnografi kritis, Nekropolitik Negara menantang kita melihat harga pangan bukan sekadar angka produksi, tapi kisah manusia yang terpinggirkan dan tanah yang terluka.
Baca laporan lengkapnya di laman Pusaka, atau versi ringkasnya di Tempo, dan pahami bagaimana kebijakan pangan bisa menjadi politik kematian di tanah Papua.
